Modifikasi Perilaku Operant Kondisoning dan Clasikal Kondisoning

36 views

Hai teman teman...pada postingan kali ini blogersumatra akan membahas tentang modifikasi perilaku operant kondisoning dan clasikal kondisoning. Semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi anda. Ok langsung saja berikut ringkasannya.

 

Modifikasi Perilaku Operant Kondisoning dan Clasikal Kondisoning

 

Metode modifikasi atau merubah suatu prilaku penting untuk ditahui oleh masing-masing individu manusia. Kecenderungan prilaku menyimpang baik dipendidikan maupun masyarkat perlu untuk difikirkan khususnya untuk diri sendiri.

 

Modifikasi prilaku merupakan langkah untuk membantu mengubah suatu prilaku menyimpang "Mal Adaptif" dari norma yang seharusnya, ke perilaku adaptif atau prilaku yang sesuai. Salah satunya ialah dengan menerapkan beberapa prinsip-prinsip yang sudah ampuh.

 

Berbicara tentang prilaku, prilaku itu sendiri merupakan apa saja yang dilakukan dan dikatakan oleh individu. Suatu hal dikatakan prilaku jika suatu hal tersebut dapat diukur, dapat di amati dan dapat dilihat. Lebih luas berdampak pada lingkungan maupun fisik.

 

Ada beberapa cara yang digunakan untuk merubah prilaku seseorang misalnya: Teori belajar Oleh Skiner " Kondisioning Operant" dan teori klasikal kondisioning Oleh Pavlop. Diulasan ini perlu terlebih dahulu mengulas tentang teori skiner " Teori kondisioning Operant".

Teori Kondisioning Operant

Skiner merupakan merupakan tokoh psikolog dari Harvad dimana teori skiner yang dikenal dengan kondisioning Operant adalah: Suatu bentuk behaviourisme yang berusaha untuk mengubah tingkah laku melalui belajar. Pada teori ini sangat menekankan prilaku yang terkontrol dimna prilaku ini muncul oleh stimulus.

 

Contoh : Tikus dijadikan bahan percobaan. Tikus yang lapar dimasukkan kedalan sebuah kotak, tikus itu aktif berputar berkeliling kesana kemari, setelah beberpa waktu tak sengaja menginjak tuas dan memperoleh makanan, semakin lama semakin cepat durasi tikus menemukan tuas.

 

Teori klasikal kondisioning

Teori ini diartikan apabila perangsang yang asli  atau netral yang dilakukan secara berulang-ulang. Kemudian dipasangkan dengan suatu penguat (Reinformen /Riwerd) yang mana akan terjadi akan suatu reaksi/ perubahan. Dapat kita lihat ketika seseorang dengan prilaku yang tidak baik ingin merubah prilakunya maka teori ini cocok digunakan. Salah satu cara menerapkan teori klasikal kondisoning ini ialah.

  • Memberikan Stimulus
  • Memberikan Penguatan

Dalam Teori ini Ivan Pavlop menggunakan Uji Coba seekor Anjing. Seeokor Anjing apabila diberi stimulus berupa air liur ( tidak menghasilkan air liur) setelah selama dilakukan percobaan bunyi bel dan makanan dijadikan stimulus maka anjing mengeluarkan air liurnya. Dapat dikatakan rangsangan semula berupa makanan dapat berpindah kebunyi Bel.

 

Mungkin hanya itu saja yang dapat blogersumatra sampaikan tentang modifikasi perilaku operant kondisoning dan clasikal kondisoning. apabila ada kesalahan kata dalam penulisan saya minta maaf dan apabila ada penjelasan yang kurang di mohon untuk menambahkannya di komentar. Terimakasih.

Tags: #Clasikal Kondisoning #Modifikasi Perilaku #Operant Kondisoning

Leave a reply "Modifikasi Perilaku Operant Kondisoning dan Clasikal Kondisoning"