Pengertian CodIgnetter Secara Ringkas

79 views

Pengertian CodIgnitter Secara Ringkas
Codignetter

Pengenalan CodIgnetter  - CodIgnetter merupakan salah satu dari sekian banyak framework PHP yang sudah ada. CodIgnetter di kembangkan oles Rick Ellis. CodIgnetter dirilis pertama kali pada 28-02-2006. Versi stabil yang akhir ialah V 2.1.3 CodeIgniter adalah sebuah web application framework yang bersifat open source digunakan untuk membangun aplikasi php dinamis. Dengan framework CodeIgniter, pengembang dapat sangat mudah menggunakan framework ini untuk membuat suatu aplikasi web. Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan arsitektur Model-View-Controller yang telah tersedia di framework CI dan ada banyak library dan helper yang berguna didalamnya dan tentunya mempermudah proses development.

(Baca : Daftra isi) 


Tujuan utama pengembangan codIgnetter adalah untuk membantu developer untuk mengerjakan aplikasi lebih cepat daripada menulis semua code dari awal.
Manfaatnya mempermudah dalam pengembangan karena codIgnetter menyediakan berbagai macam library yang ada. Didalam sebuah framework biasanya sudah tersedia struktur aplikasi yang baik yaitu:

  • Standar coding
  • Best practice
  • Design pattern
  • Common function.

Dengan menggunakan framework kita dapat langsung fokus kepada business process yang dihadapi tanpa harus berfikir banyak masalah stuktur aplikasi, standar coding dan lain-lain. Selain kemudahan dan kecepatan dalam membangun sistem, dengan menggunakan framework tertentu kita juga dapat “menyeragamkan” cara kita mengimplementasikan kode program.

Fitur pada CodeIgnetter

Berikut fitur-fitur yang didukung oleh CodIgnetter:
a. Sistem berbasis Model View Controller.
b. Kompatibel dengan PHP versi 4.
c. Ringan dan Cepat.
d. Terdapat dukungan untuk berbagai basis data.
e. Mendukung Active Record Database.
f. Mendukung form dan validasi data masukan.
g. Keamanan dan XSS filtering.
h. Tersedia pengaturan session.
i. Tersedia class untuk mengirim email.
j. Tersedia class untuk manipulasi gambar (cropping,resizing, rotate dan lain-lain). Tersedia class untuk upload file.
k. Tersedia class yang mendukung transfer via FTP.
l. Mendukung lokalisasi bahasa.
m. Tersedia class untuk melakukan pagination (membuat tampilan perhalaman).
n. Mendukung enkripsi data.
o. Mendukung benchmarking.
p. Mendukung caching.
q. Pencatatan error yang terjadi.
r. Tersedia class untuk membuat calendar.
s. Tersedia class untuk mengetahui user agent, misalnya tipe browser dan sistem operasi yang digunakan pengunjung.
t. Tersedia class untuk pembuatan template website.
u. Tersedia class untuk membuat trackback.
v. Tersedia pustaka untuk bekerja dengan XMP-RPC. Menghasilkan clean URL.
URI routing yang felksibel.
w. Mendukung hooks, ekstensi class dan plugin.
x. Memiliki helper yang sangat banyak jumlahnya.

Keunggulan CodeIgnetter

Gratis Charge

Lisensi codIgnetter adalah lisensi Apache/BSD style open source license, yang berarti kita dapat menggunakannya secara gratis sesuai kebutuhan kita. Kompatibel dengan PHP 4.0 maupun PHP 5.0 PHP
sekarang sudah memasuki release versi ke 5. Sedangka banyak webhosting ataupun developer web yang mengembangkan aplikasinya menggunakan PHP 4.0. Disinilah keunggulan CodeIgniter yang mampu mensupport pengembang yang masih menggunakan PHP versi 4.0. Namun juga tetap powerful walau digunakan bersama PHP 5.0.
Lighweight – Ringan dan cepat.
Secara default, saat codIgnetter berjalan hanya akan me-load beberapa library saja. Untuk library-library lain bisa di load sesuai kebutuhan. Hal ini berarti penggunaan resource yang sedikit sehingga aplikasi akan terasa ringan dan cepat.
Prinsip Model-View-Controller.
Kita bebas berekspresi dalam style kita. Tapi bagaimanapun, codIgnetter mendukung pengembangan web dengan metode Model View Controller (MVC). Sebagai penjelasan, MVC memisahkan bagian bussiness logic (logika program) dan tampilan (view) dalam sebuah aplikasi. Hal ini sangat memudahkan tim dalam proses maintenance sebuah aplikasi, karena tugas bisa lebih mudah dibagi-bagi. Ada bagian yang khusus membuat tampilan dan bagian yang membuat core programnya.
Dokumentasi yang Lengkap.
Salah satu hal yang bisa dijadikan barometer apakah sebuah aplikasi benar-benar dikembangkan atau tidak bisa dilihat dari dokumentasinya. Dalam hal ini codIgnetter sangat luar biasa, terdapat dokumentasi yang sangat lengkap tentang semua hal yang ada dalam codIgnetter. Mulai dari langkah instalasi sampai dokumentasi fungsi-fungsi nya tersedia. Adanya dokumentasi sangat memudahkan bagi pemula dalam mempelajari lingkungan pengembangan website dengan codIgnetter.
Pustaka yang lengkap.
CodeIgniter dilengkapi dengan berbagai pustaka siap pakai untuk berbagai kebutuhan, misalnya saja koneksi database, email, session dan cookies, keamanan, manipulasi gambar dan banyak lagi.

Instalasi dan Struktur CodeIgnetter

Instalasi codIgnetter sangat mudah. Meskipun namanya instalasi tetapi karena codIgnetter adalah aplikasi berbasis website maka sebenarnya yang perlu dilakuka adalah meng-copy folder aplikasi CodeIgniter ke dalam folder htdocs atau DocumentRoot dari web server.

Dengan menggunakan konfigurasi default saja maka codIgnetter sudah dapat berjalan di web server kita. Adapun struktur utama dari codIgnetter terbagi menjadi dua bagian, yaitu application dan sistem/core codIgnetter. Application adalah tempat pengguna meletakkan kode yang akan dibuat (berwarna merah dan biru sedangkan sistem/core codIgnetter berwarna oren). Folder sistem berisi library-library dan helper bawaan codIgnetter. Berikut nama-nama folder dan kegunaan berdasarkan fungsinya codignetter:

Folder application
Disinilah aplikasi yang akan kita bangun diletakkan.

Folder config
tempat menyimpan semua file konfigurasi yang ada di dalam aplikasi, mulai dari database, router dan autoload aplikasi.

Folder controllers
Tempat menyimpan semua fole controller.

Folder errors
Tempat menyimpan semua template error aplikasi.

Folder helpers
Tempat menyimpan helper-helper yang bukan berasal dari CI.

Folder hooks
Tempat menyimpan hook yang digunakan untuk mengubah alur fungsi dari core CI.

Folder language
Tempat menyimpan bahasa-bahasa yang akan di gunakan.

Folder libraries
Tempat menyimpan semua library buatan kita sendiri.

Folder models
Tempat menyimpan semua model.

Folder views
Tempat menyimpan semua file view aplikasi.

Folder system
Untuk menyimpan semua file baik itu file aplikasi yang dibuat mauoun core frameworknya.

Folder cache
Tempat menyimpan semua cache yang dibuat caching library.

Folder database
Tempat menyimpan semua driver database drivers dan class yang akan digunakan.

Folder fonts
Tempat menyimpan semua font yang digunakan image manipulation library.

Folder helpers
Tempat menyimpan semua helper core CI.

Folder language
Tempat menyimpan semua language core CI.

Folder language
Tempat menyimpan semua language core CI.

Folder libraries
Tempat menyimpan semua library core CI.

Folder logs
Tempat menyimpan semua logs generated oleh CI.

Folder plugin
Tempat menyimpan semua plugin core CI.

Folder scaffolding
Tempat menyimpan semua file yang berfungsi sebagai scaffolding.

Folder user_guide
Berisi userguide/manual penggunaan CI.

Folder index.php
File yang akan menghandle semua request yang dilakukan oleh client.

Folder index.html
Merupakan gerbang utama untuk masuk dan mengakses segala resource pada aplikasi CodeIgniter

Konsep MVC

Secara sederhana konsep MVC terdiri dari tiga bagian yaitu bagian Model, bagian View dan bagian Controller. Didalam website dinamis setidaknya terdiri dari 3 hal yang paling pokok, yaitu basis data, logika aplikasi dan cara menampilkan halaman website. 3 hal tersebut dipresentasikan dengan MVC yaitu model untuk basis data, view untuk cara menampilkan halaman website dan controller untuk logika aplikasi.

1. Model

Biasanya didalam model akan berisi class dan fungsi untuk mengambil, melakukan update dan menghapus data website. Karena sebuah website biasanya menggunakan basis data dalam menyimpan data maka bagian Model biasanya akan berhubungan dengan perintah-perintah query SQL

2. View
Merupakan informasi yang ditampilkan kepada pengunjung website. Sebisa mungkin didalam View tidak berisi logika-logika kode tapi hanya berisi variabel-variabel yang berisi data yang siap ditampilkan. View hanya dikhususkan untuk menampilkan data-data hasil dari model dan controller.

3. Controller
Controller merupakan penghubung antara Model dan View. Didalam Controller inilah terdapat class dan fungsi-fungsi yang memproses permintaan dari View kedalam struktur data didalam Model. Controller juga tidak boleh berisi kode untuk mengakses basis data. Tugas Controller adalah menyediakan berbagai variabel yang akan ditampilkan di view, memanggil model untuk melakukan akses ke basis data, menyediakan penanganan error, mengerjakan proses logika dari aplikasi serta melakukan validasi atau cek terhadap input.

Artikel di atasa tentang codeignetter merupakan sebuah tugas dari sekolahan yang saya kerjakan dan saya rangkum dari beberapa artikel dari media lain. Apabila kekurangan kelengkapan tentang pengertian codeignetter beserta jika ada keslahan kata dalam penulisan saya mohon maaf. Baca juga penyebab riview google adsense lama.

Leave a reply "Pengertian CodIgnetter Secara Ringkas"